Membangun Rasa Percaya Diri
Salah satu hasil
belajar bahasa Indonesia yang sering diusung ke ajang festival adalah membaca
indah puisi. Kamu dapat meningkatkan kemampuan membaca indah puisi melalui
serangkaian pelatihan. Pembaca yang baik, dapat mengekspresikan gagasan yang
disampaikan penyair melalui vokal, ekspresi, dan gerak penyerta yang ditampilkannya.
Hasil belajar lainnya yang tak kalah menarik adalah menulis narasi dari teks
wawancara. Melalui kegiatan ini kamu dapat berlatih menjadi wartawan. Untuk
melengkapi kemampuanmu dalam hal seni baca sastra, kamu juga akan berlatih
menanggapi cara pembacaan cerpen secara lisan.
j-^*-. A.
Membaca Indah Puisi
Salah satu contoh
aktivitas membaca indah puisi dapat disaksikan dalam lomba baca puisi. Dalam
lomba baca puisi, kamu dapat menyaksikan usaha para pembaca untuk menyampaikan
gagasan penyair melalui seni olah suara. Keindahan pembacaan akan tampak pada
pemahaman pembaca dalam mengungkapkan kembali gagasan penyair, penggunaan nada,
jeda, irama, ekspresi wajah, dan gerak-gerik penunjang yang sesuai dengan isi
puisi.
Pada kesempatan
ini, kalian akan berlatih membaca puisi. Aktivitas pembelajaran yang akan kalian
ikuti meliputi (1) memahami tujuan pembelajaran, (2) membaca dan memahami isi
puisi bertema masalah sosial, (3) membubuhkan tanda-tanda pembacaan puisi, dan
(4) membaca indah puisi.
1. Membaca dan Memahami Isi Puisi Bertema
Masalah Sosial
Setiap penyair seakan-akan mempunyai lensa dalam
hatinya ketika mengamati berbagai masalah sosial. Penyair tidak hanya
mengungkap fakta-fakta sosial yang tertangkap oleh indera penglihatan. Lebih
dari itu, dengan lensa hati ia menyelami alam perasaan dan pikiran masyarakat yang
tengah mengalami persoalan sosial. Penyair membaca keprihatinan, kesedihan,
kegelisahan, kegundahan, amarah, dan juga kebencian yang bergolak pada pikiran
dan perasaan masyarakat. Penyair juga mengungkap harapan, cita-cita, dan
kerinduan masyarakat pada kehidupan yang diinginkan.
kalau penyair yang tidak langsung merasakan masalah yang dihadapi orang lain saja bisa berekspresi lewat puisi,kita yang langsung merasakan harusnya mampu juga menuangkan perasaan dan gejolak hati dengan bahasa tulis yang baik dalam wujud puisi.bisakah kita melatih anak didik kita berekspresi dengan apa yang dirasakan diatas kertas tanpa harus ditambah dan dikurangi ?
BalasHapuskalau penyair yang tidak langsung merasakan masalah yang dihadapi orang lain saja bisa berekspresi lewat puisi,kita yang langsung merasakan harusnya mampu juga menuangkan perasaan dan gejolak hati dengan bahasa tulis yang baik dalam wujud puisi.bisakah kita melatih anak didik kita berekspresi dengan apa yang dirasakan diatas kertas tanpa harus ditambah dan dikurangi ? komentar dari jumriyah(942012068 )
BalasHapus