Sabtu, 06 Juli 2013

apresiasi puisi



Membangun Rasa Percaya Diri


Salah satu hasil belajar bahasa Indonesia yang sering diusung ke ajang festival adalah membaca indah puisi. Kamu dapat meningkatkan kemampuan membaca indah puisi melalui serangkaian pelatihan. Pembaca yang baik, dapat mengekspresikan gagasan yang disampaikan penyair melalui vokal, ekspresi, dan gerak penyerta yang ditampilkannya. Hasil belajar lainnya yang tak kalah menarik adalah menulis narasi dari teks wawancara. Melalui kegiatan ini kamu dapat berlatih menjadi wartawan. Untuk melengkapi kemampuanmu dalam hal seni baca sastra, kamu juga akan berlatih menanggapi cara pembacaan cerpen secara lisan.



j-^*-.       A.   Membaca Indah Puisi

Salah satu contoh aktivitas membaca indah puisi dapat disaksikan dalam lomba baca puisi. Dalam lomba baca puisi, kamu dapat menyaksikan usaha para pembaca untuk menyampaikan gagasan penyair melalui seni olah suara. Keindahan pembacaan akan tampak pada pemahaman pembaca dalam mengungkapkan kembali gagasan penyair, penggunaan nada, jeda, irama, ekspresi wajah, dan gerak-gerik penunjang yang sesuai dengan isi puisi.
Pada kesempatan ini, kalian akan berlatih membaca puisi. Aktivitas pembelajaran yang akan kalian ikuti meliputi (1) memahami tujuan pembelajaran, (2) membaca dan memahami isi puisi bertema masalah sosial, (3) membubuhkan tanda-tanda pembacaan puisi, dan (4) membaca indah puisi.


1.    Membaca dan Memahami Isi Puisi Bertema Masalah Sosial
Setiap penyair seakan-akan mempunyai lensa dalam hatinya ketika mengamati berbagai masalah sosial. Penyair tidak hanya mengungkap fakta-fakta sosial yang tertangkap oleh indera penglihatan. Lebih dari itu, dengan lensa hati ia menyelami alam perasaan dan pikiran masyarakat yang tengah mengalami persoalan sosial. Penyair membaca keprihatinan, kesedihan, kegelisahan, kegundahan, amarah, dan juga kebencian yang bergolak pada pikiran dan perasaan masyarakat. Penyair juga mengungkap harapan, cita-cita, dan kerinduan masyarakat pada kehidupan yang diinginkan.

2 komentar:

  1. kalau penyair yang tidak langsung merasakan masalah yang dihadapi orang lain saja bisa berekspresi lewat puisi,kita yang langsung merasakan harusnya mampu juga menuangkan perasaan dan gejolak hati dengan bahasa tulis yang baik dalam wujud puisi.bisakah kita melatih anak didik kita berekspresi dengan apa yang dirasakan diatas kertas tanpa harus ditambah dan dikurangi ?

    BalasHapus
  2. kalau penyair yang tidak langsung merasakan masalah yang dihadapi orang lain saja bisa berekspresi lewat puisi,kita yang langsung merasakan harusnya mampu juga menuangkan perasaan dan gejolak hati dengan bahasa tulis yang baik dalam wujud puisi.bisakah kita melatih anak didik kita berekspresi dengan apa yang dirasakan diatas kertas tanpa harus ditambah dan dikurangi ? komentar dari jumriyah(942012068 )

    BalasHapus